Untuk Kamu yang Mau Mengikat Janji Setia Sehidup Semati

Posted on Updated on

Pasti ada rasa berdebar di dada ketika menjelang pernikahan. Ikatan sehidup semati yang harus penuh dengan komitmen. Perhiasan yang akan melingkar di jari manis bukanlah cincin biasa, melainkan benda yang dibeli dengan jerih payah calon suami. Cincin yang bukan hanya sekedar benda mati, melainkan sebuah tanda dan doa sebagai cinta kasih yang tidak akan ada ujungnya.

Cinta kasihmu pasti penuh liku, dari mulai awal bertemu, hingga menjelang janji setia terucapkan.

Halo, Gimana perasaanmu hari ini? Apa kamu juga sedang berdebar-debar seperti yang sedang kurasakan?

Untuk Kamu yang Mau Mengikat Janji Setia Sehidup Semati

Seorang calon pengantin biasanya tidak diizinkan untuk bertemu selamam beberapa waktu. Orangtua kita akan mematuhi tradisi dimana kedua calon dipingit. Aku juga sudah memutuskan untuk menonaktifkan teleponku seharian, tapi diganti dengan surat sebagai pengantar pesan. Aku ingin sejenak melepaskan jajahan dari teknologi, aku akan bahagia ketika nanti membuka dan membaca suratmu.

Mari sejenak kita bersama meneuki masa awal pertemuan kita. Ketika pada waktu itu tak ada pikiran akan menjalin sampai masa tua

Untuk Kamu yang Mau Mengikat Janji Setia Sehidup Semati 2

Kamu masih polos, malu-malu dan untuk mengobrol ataupun meminta nomor hape lidahmu seakan beku.

Pertemuan saat pertama di kampus. Sama-sama menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang sama. Walau tidak dalam satu jurusan yang sama, tapi tak membuat kita bersebrangan. Aku lihat kamu di pagi hari sesaat masuk ke kelas.

Saat itu aku sendiri dan terpisah dari gerombolan teman, karena aku berjalan depan kelasmu untuk sekedar melihatmu. Akupun menatapmu dengan tajam, dibalas oleh dongakan kepalamu dan kita saling menatap.Terdapat gelombang tak terlihat dimana terdapat pautan hati. Akhirnya kamu pun tersenyum manis dan memberikanku suntikan bahagia.

Pertemuan kita memang terekam di dalam benaku dan tak akan pernah terlupa.

Kita mulai hidup berdampingan, merajut cerita, pahit manis bersama. Kita tak sanggup bila berpisah dalam waktu yang lama

Untuk Kamu yang Mau Mengikat Janji Setia Sehidup Semati 1

Ingatkah engkau terhadap masa awal bersama menjalin hubungan? Senyummu merupakan obat penenangku. Sudah tak malu untuk saling kecup dan melontarkan godaan satu sama lain. Mencoba memberikan kebahagiaan dan saling bertukar cerita.

Bulan berganti tahun, hingga tahun demi tahun terlewati bersama. Tiada hari tanpa bertemu denganmu, selalu ada rasa rindu jika terlalu lama tidak berjalan bersama. Kadang kita mengalami permasalahan oleh suatu hal yang kecil. Kesalahpahaman sering terjadi yang menimbulkan perselisihan dan juga pertengkaran/

Pernah dikala itu, bertengkar hebat hingga dikuasai oleh ego masing-masing. Tak ada lagi ‘kita’ pada waktu itu.

Aku denganmu sibuk menjalankan pikiran masing-masing. Mengambil jarak dan waktu, namun ternyata kita memutuskan bersama kembali. Terjadi beberapa kali seperti itu, namun tidak membuat kita berpisah untuk waktu yang lama, mungkin karena kita yakin bahwa takdir memutuskan bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s