Jatuh Bangun Kehidupan yang Di Rasakan Oleh Cowok Santri

Posted on Updated on

Seperti apa sih jatuh bangunnya seorang santriawan? Mungkin kamu yang pernah mengalaminya akan sedikit nostalgia menbaca ulasan dari kami. Walaupun kamu yang sudah sedikit tahu tentang seorang cowok yang jadi santri, kamu pasti tidak akan tahu bagaimana sehari-hari jerih payah cowok seorang santriawan itu.

Apa saja yang unik dari kegiatan belajar di pesantren itu? Kamu pasti tidakakan melupakannya jika sudah mengalaminya. Berikut adalah kenangan sebagai santriawan yang tak akan terlupakan :

1. Ada berbagai alasan yang membuatmu memutuskan mondok, mungkin salah satunya adalah panggilan dari hati

kehidupan cowok santri

 

Pasti kamu dulu ada rasa ingin mencoba menjadi santri. Rasa penasaran muncul karena keingintahuan kamu mengenai agama. Makanya kamu ketika umur 6 SD akan memberanikan diri mengenai kelanjutan sekolahmu, tentunya mencoba bertanya mengenai keinginanmu menjadi seorang santri.

2. Tapi, sarang orangtua bisa juga menjadi alasanmu masuk ke dalam penghuni penjara suci alias pesantren

kehidupan cowok santri 1

Sebaliknya jika kamu gak begitu ingin masuk pesantren dan menjadi santri. Bahkan kamu lebih menyukai masuk ke SMP atau SMS negeri yang biasa seperti banyak orang. Apalah mau dikata, karena keluargamu menyuruh untuk masuk ke dunia santri. Karena melihat kakak atau sepupumu yang lebih dulu menjadi santriawan dan santriwati, sehingga kamu menjadi target mereka agar harapannya bisa terkabul, yaitu memiliki anak yang soleh dan solehah.

3. Banyak orang memuji kamu karena mandiri. Tapi, ada juga orang yang menganggap orangtuamu yang telah menelantarkan dirimu

kehidupan cowok santri 3

“Ya ampuuun, kok tega banget sih. Masih kecil udah jauh dari rumah dan disekolahin tanpa sepengawasan orangtuamu”

“Kamu masuk pesantren? Ih orangtuamu tega banget”

Namun kadang ada komentar positif “Wah hebat yah, kamu mandiri banget, udah bisa jauh dari orangtua.”

Walau kadang kebanyakan pesantren memang dijadikan tempat pembuangan anak nakal, tetapi tidak sedikit karena dorongan jiwa dan merupakan pilihan hidup.

4. Menelantarkan bagaimana? Kemaren aja Ibu sibuk menangis pas aku mau berangkat

kehidupan cowok santri 2

“Jangan nakal ya kamu nak, yang sehat disana. Jangan ketinggalan solatnya, jaga agamanya.. Ayah sama Ibu selalu mendoakanmu”

*Sambil mengusap air mata yang bercucuran disaat perpisahan*

Duh memang Ibu kadang suka membuat anak cowok yang keras hati sekalipun terharu dan ikut menangis karena tidak tega. Rasanya ingin sekali mengusap air mata dan membuatnya tersenyum kembali. Ibaratnya kamu lebih baik dihukum sebulan tidak mendapatkan uang jajan sebulan penuh daripada melihat Ibu menangis.

Banyak tanggapan negatif atau positif terhadap santriawan dan santriwati. Itu bisa diatasi jika ada kemauan besar dalam diri dan bisa mematahkan anggapan negatif orang sekitar. Kamu pun bisa menjadi orang yang alim, dewasa dan bijaksana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s